Rabu, 01 April 2015

Softskill Bahasa Inggris



Pengertian Clause
       Clause merupakan kelompok kata yang terdiri dari atau mengandung subject dan predicate. Clause mungkin dapat dikatakan sentence (dapat berdiri sendiri sebagai suatu kalimat: independent clause) atau seperti sentence (tidak dapat berdiri sendiri : dependent clause)
Contohnya :
1.      I will go there2. Fabian is at his apartment3. My parents want some food4. Kiara need something to eat
Penjelasan:
1. I - subject, will go there – predicate
2.      Fabian - subject, is at his apartment – predicate
3.      My parents - subject, want some food – predicate
4.      Kiara - subject, need something to eat - predicate

Ada beberapa clause :
·         Independent Clause : dapat berdiri sendiri sebagai suatu kalimat. Nah, tipe kalimat yang terdiri dari satu independent clause ini disebut Simple Sentence. Clause ini juga dapat dikombinasikan dengan independent clause yang lain dan dapat membentuk Compound Sentence.
·         Dependent Clause : di dalamnya terdapat subject dan predicate tetapi tidak dapat mengungkapkan suatu pikiran yang utuh karena clause ini diawali oleh suatu kata atau yang bisa disebut subordinator yang menyebabkan makna tersebut menggantung atau tidak jelas. Macam-macam nya ada Noun clause, Adjective Clause dan Adverbial Clause.
·         Elliptical Clause : dependent clause yang satu atau lebih element penyusunnya dihilangkan karena dianggap sudah mengerti. Dan biasanya elemen yang dihilangkan itu subject atau verb atau juga relative pronoun.

Pengertian Phrase

       Phrase merupakan kelompok kata yang saling berkaitan namun tidak mengandung unsur subject dan verb. Dan terdapat berbagai macam phrase. Dapat berbagai jenis phrase :
1.            Noun phrases atau frase nomina adalah frase yang terdiri dari nomina atau pronomina (sebagai head) dan modifiers.
Perhatikan contoh berikut di bawah ini:
- My father is sad.
- I like the house over there.

2.            Participial phrases merupakan frase yang terdiri dari past atau present participle dan objek (modifiers) dan mempunyai peran sebagai adjektiva (adjective) dalam kalimat.
Contoh participial phrases:
- Hidden by the wall, Bima waited to scare Saleh.
- Children introduced to music early develop strong intellectual skills.

3.            Gerund phrases adalah frase yang terdiri dari gerund ditambah dengan objek dan/ataumodifier. Seperti halnya gerund, gerund phrase juga berperan sebagai nomina dalam kalimat.
Contoh gerund phrases:
- play fire is very dangerous.
- Cramming for tests is not a good study strategy.

4.            Infinitive phrases merupakan frase yang terdiri dari infinitive dan objek (modifiers) dan mempunyai peran sebagai nomina (noun), adjektiva (adjective), atau adverbia (adverb) dalam kalimat.
Contoh infinitive phrases:

– We intended to leave early.
- To study English well need special time.

5.            Adverb
Infinitive phrases sebagai adverbia berfungsi:
a.       menerangkan seluruh kalimat
b.      menerangkan verba
c.       menerangkan adjektiva
d.      menerangkan seluruh kalimat
- To say English well, you can speak English slowly.
- To come to the school on time, you may be ready now.

6.            Verb phrases atau frase verba adalah frase yang tersusun dari verba utama ditambah dengan auxiliaries, adverbs, adverb phrases (or clauses), prepositional phrases, atau object. Dalam kalimat, frase verba berfungsi sebagai predikat.
Contoh:
– My Friends and I will meet at the campus at 04.00 p.m.
– Sita made my teacher very proud.

Perbedaan Simple sentence, Compound sentence, Complex sentence dan Compound-complex sentence

Simple sentence
merupakan sentence type yang paling mendasar karena hanya terdiri dari satu independent clause.
contoh:
Water boils at 100 degrees Celcius (Air mendidih pada suhu 100 derajat celcius.)

Compound sentence
merupakan sentence type yang terdiri dari dua atau lebih independent clause yang dihubungkan oleh coordinate conjunction (for, and, nor, but, or, yet, so)
contoh:
Vina wakes up at 5:00 am, and she go to school at 6:30 am (Vina bangun jam 5 dan dia pergi ke sekolah jam setengah 7.)

Complex sentence
merupakan sentence type yang  terdiri dari satu independent clause dan satu atau lebih dependent clause [subordinate conjunction (although, when, because, dll) + subject + predicate]
contoh:
Her face is fresh because she always eats fresh fruits (Wajahnya segar karena dia selalu makan buah-buahan segar.)

Compound-complex sentence
merupakan sentence type hasil kombinasi antara compound dengan complex sentence
contoh:
Bambang found a lot of expired food, but he didn’t got rid of it because he was too busy.(Bambang menemukan makanan basi, tapi dia tidak menyingkirkannya kakrena dia terlalu sibuk)
 

   Artikel Pentingnya Penggunaan Bahasa Standart/Baku Sebagai Bahasa Komunikasi yang Resmi (dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggis

         Banyak sekali bahasa yang ada di dalam dunia ini, terkadang bahasa tersebut yang mencirikan kita dari mana kita berasal atau orang mana kita. Dan bahasa sendiri merupakan salah satu alat untuk mengadakan interaksi terhadap manusia yang lain. Jadi bahasa tersebut tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Dengan adanya bahasa kita kita dapat berhubungan dengan masyarakat lain yang akhirnya melahirkan komunikasi dalam masyarakat.

       Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam pengguanaanya, namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non baku. Hal ini terjadi salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan. Faktor ini mengakibabkan daerah yang satu berdialek berbeda dengan dialek didaerah yang lain, walaupun bahasa yang digunakannya terhadap bahasa Indonesia.

     Saat kita mempergunakan bahasa Indonesia perlu diperhatikan dan kesempatan. Misalnya kapan kita mempunyai ragam bahasa baku dipakai apabila pada situasi resmi, ilmiah. Tetapai ragam bahasa non baku dipakai pada situas santai dengan keluarga, teman, dan di pasar, tulisan pribadi, buku harian. Ragam bahasa non baku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam percakapan.

PENTINGNYA BAHASA BAKU ATAU STANDAR

       Bahasa adalah alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Bahasa juga merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa karena bahasa merupakan sarana untuk membuka wawasan bangsa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Dengan kata lain, bahasa merupakan sarana untuk menyerap dan mengembangkan pengetahuan. Pada umumnya, negara maju mempunyai struktur bahasa yang sudah modern dan mantap.
       Pemodernan bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan pemodernan bahasa, semua sumber ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan cermat sehingga wawasan berpikir bangsa Inggris dapat dikembangkan secara intensif lewat usaha penerjemahan secara besar-besaran. Gagasan tersebut telah mendorong usaha untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan. Usaha pemodernan ini telah ditandai dengan dibentuknya Pusat Pembinaan dan diterbitkannya buku Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Walaupun publikasi tersebut belum secara tuntas menggambarkan aspek kebahasaan yang diharapkan, publikasi tersebut memberi isyarat bahwa untuk memantapkan kedudukan bahasa Indonesia perlu ada suatu pembakuan baik dalam bidang ejaan maupun tata bahasa. Pembakuan ini merupakan suatu prasyarat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan.
       Gagasan tersebut telah mendorong usaha untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan. Usaha pemodernan ini telah ditandai dengan dibentuknya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan diterbitkannya buku Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Walaupun publikasi tersebut belum secara tuntas menggambarkan aspek kebahasaan yang diharapkan, publikasi tersebut memberi isyarat bahwa untuk memantapkan kedudukan bahasa Indonesia perlu ada suatu pembakuan baik dalam bidang ejaan maupun tata bahasa. Pembakuan ini merupakan suatu prasyarat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan. Publikasi itu merupakan salah satu sarana untuk menuju ke status tersebut.
kita sekarang berperan sebagai seoarang mahasiswa maka kita akan dituntut nantinya untuk membuat sebuah karya ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan, maka dari itu kita harus mengetahui seberapa pentingnya berbahasa yang baku / standar.
       Menurut sumber yang saya ambil dari sebuah buku pelajaran untuk anak SMA karangan Teteng Gunadi, S.Pd. halaman 96, dan diterbitkan oleh Arya Duta. Ada dua misi karya ilmiah di lingkungan pendidikan, yaitu wahana untuk melatih siswa mengungkapkan pikiran-pikiran secara sistematis, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.memberikan sumbangan pada perkembangan pengetahuan.

     KESIMPULAN
     1.  Bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok ajuan, yang dijadikan dasar  ukuran atau yang dijadikan standar.
     2.  Ragam bahasa baku bahasa Indonesia memang sulit untuk dijalankan, atau yang digunakan  karena untuk memahaminya dibutuhkan daya nalar yang tinggi.
      3.  Dengan menggunakan ragam bahasa baku, seseorang akan menaikkan
prestisenya.

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal, E. 1985. Cermat Berbahasa Indonesia untuk perguruan tinggi. Jakarta:
Antar Kota.
--------------------. 1983. Inilah Bahasa Indonesia yang Baik Dan Benar. Jakarta: PT
--------------------. 1985. Inilah Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.
--------------------. 1993. Pembukaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Rhineka Cipta.
Badudu, j.s. 1994. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Bhrata Media.
Chaer, abdul. 1989. Tata Bahasa Indonesia. Ende Flores: Nusa Indah.
Keraf, Gorys. 1992. Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia Untuk Umum. Jakarat: PT.
Gramedia Pustaka Utama.

My Hobby

       Hi, I’m Ratna Susantyningsih. I am going to tell this interesting my hobby. Many hobbies that I like, starting from listening to music, traveling, read novel, storytelling through writing up a hobby to hear stories of people around me, maybe… because I love writing, then I make as an experience for me retold through a story.
       Starting from listening to music. Who in this world who do not like music? Maybe it's just a matter of finger that does not like to listen to this music. I love this type of music genre of pop and jazz. The music is very useful in my life. Music can relieve stress, relieve boredom, especially when I permeates every thump of tone, rhythm and beautiful strains of sound, performed by a singer.
       Then my other hobby is traveling. Traveling was that according to the minus glasses I could be likened to the adventure. This is because traveling is about an adventure. I love traveling not only make the streets was just to get away from the hectic everyday life, do the traveling could be because we want to learn about different customs, culture, race and nationality etc. Adrenaline will be more motivated when I travel to places that have not known or have not ever visited, everything is still very foreign. Precisely therein lies the inner satisfaction to me while doing my hobby is traveling.
       Then I also like to write a story. I have a lot to write a short story and just finished a novel. Already two of my short stories was nominated in the category of short stories in a selection event on the internet site "cerpenmu.com". Starting from a hobby of mine who loves to read novels and short stories in this virtual world, and finally I intend to learn to be a talented writer with works awesome.
       Such is my hobby, I hope in my hobby is to make an inspiration to those who read it hehe:) Thank you.

Name : Ratna Susantyningsih
Class : 1EA37
NPM : 18214949






















      

Sabtu, 24 Januari 2015

Review Film "Pasir Berbisik"



Pasir Berbisik 
Produksi : Saito Production-Camila Internusa Films-Christine Hakim Films
Sutradara : Nan Achnas
Produser : Shanty Harmana-Ueda MakotoHaris Lasmana Christine Hakim
Cerita : Nan Achnas
Durasi : 106 menit

Pasir Berbisik ini adalah sebuah film keluaran tahun 2001 yang mengisahkan kehidupan seorang gadis bernama Daya yang tinggal bersama ibunya, Berlian yang hidup di daerah pesisir pantai yang berpasir hitam di sebuah kawasan terasing. Ayah Daya, Agus pergi menghilang entah kemana saat Daya masih kecil. Daya hidup di dalam ke sendirian dan keterkungkungannya karena ibunya Berlian yang amat sayang padanya melarangnya untuk berbicara dengan orang asing bahkan dengan wanita-wanita di sekitar lingkungan mereka.
Daya yang kesepian, sering membayangkan sosok ayahnya saat masih kecil dengan wayang-wayang yang biasa dimainkan ayahnya. Dalam keanehannya, Daya tumbuh sebagai gadis yang introvert, lugu dan polos memiliki kebiasaan yang aneh yaitu menempelkan telinganya di atas pasir, seolah pasir itu berbisik kepadanya. Peran Daya yang dibawakan oleh Dian Sastro ini juga berhasil dijiwai dengan cukup lancar oleh artis muda ini.
Berlian dan Daya hidup dengan tenang, sampai suatu saat kondisi kampung mereka genting. Banyak terjadi pembunuhan, penangkapan tanpa sebab yang jelas bahkan ada kabar bahwa gubuk-gubuk di kampung mereka akan dibakar. Berlian yang sudah dibujuk adiknya menolak untuk berpindah dari tempat tinggal mereka dengan harapan bahwa mereka akan baik-baik saja di tanah mereka. Adik Berlian adalah Delima ,seorang penari Jawa yang diperankan oleh Karlina Inawati dengan begitu luwes dan lemah gemulai. Aktingnya sebagai seorang penari cukup baik, ditambah dengan sikapnya yang menonjol terlihat oleh penonton adalah mudah beradaptasi dan biasa lari dari masalah yang dihadapi.
Ternyata apa yang diharap tidak terjadi, gubuk mereka dibakar, kampung mereka hancur luluh lantak. Dengan membawa sisa harta benda mereka yang seadanya, mereka berdua harus berpindah ke daerah lain. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan pria yang diperankan oleh Dik Doank yang cukup baik memberikan mereka sebuah topeng kepada Daya yang menurut kepercayaan dapat menghindarkan dari roh-roh jahat dan hantu-hantu gurun. Daya dan Ibunya kemudian berjalan mengarungi gurun pasir untuk berpindah ke daerah yang mereka sebut pasir putih. Ketika di tempat baru Daya bertemu seorang sahabat baru bernama Sukma yang diperankan oleh Dessy Fitri. Daya dan Berlian mulai meniti kehidupan mereka dengan gigih.
Keadaan mulai berubah saat Agus tiba-tiba saja muncul kembali dalam kehidupan mereka.Walaupun ragu, Berlian dan Daya mulai menerima kehadiran Agus dalam hidupnya. Agus bahkan berhasil membahagiakan Daya yang rindu akan sosok ayah. Agus digambarkan sebagai sosok ayah yang kurang bertanggung jawab dan sedikit egois. Agus yang diperankan oleh pemeran kawakan, Slamet Rahardjo ini yang meski perannya tak terlalu menonjol cukup membuat penonton menjadi membencinya karena beberapa saat setelah itu Agus terlilit hutang dan ia rela membawa Daya pada lintah darat Suwito demi melunasi hutang itu.
Didi Petet memerankan peran Suwito dengan cukup meyakinkan. Sebagai seorang lintah darat yang bermata keranjang, ia cukup membuat penonton jijik karena demi selera dan nafsu seksnya ia menginginkan gadis yang usianya begitu muda untuk dinodai. Daya yang polos dan lugu hanya bisa menuruti kemauan Suwito tanpa ia bisa memberontak, menerbitkan rasa iba dan menyiratkan ketidakberdayaan seorang wanita.
Film bergenre drama ini hadir di tahun 2001 membawa wacana baru bagi dunia perfilman dengan mengangkat tema kehidupan sosial yang berasal dari realita masyarakat Jawa yang begitu kental dan sarat akan budaya. Unsur budaya yang begitu terasa dalam pemakaian busana tradisional seperti penggunaan kebaya, kain jarik, sarung, ikat kepala, penggunaan konde serta gaya percakapan sehari-harinya yang meski menggunakan bahasa indonesia sehari-hari masih tercampur bahasa Jawa yang sedikit medhok. Selain itu juga terlihat dalam sarana wayang, topeng, dan tarian jawa sebagai pelengkap dalam film ini. Beberapa kepercayaan jelas terlihat seperti budaya mengambil pasir dari tanah asal dan disebarkan ke tanah yang baru dan juga budaya untuk membangun rumah tidak menghadap arah angin.
Film yang mengambil setting di perkampungan tepi pantai berpasir hitam, lalu berpindah ke gurun dan ke daerah berpasir putih yang terletak di daerah Jawa Timur yang cukup menyajikan panorama yang indah dibaur dengan keheningan alam yang masih begitu alami dan menyajikan kesederhanaan tersendiri. Meskipun juga menampakkan suasana kering, gersang yang tampak dalam ketiadaan hujan dan sedikitnya vegetasi yang ada. Suasana disepanjang film terasa hening, mencekam, dan sepi didukung oleh kondisi background alam dan musik yang begitu hening. Musik yang ada begitu alami dan sederhana seperti deburan ombak, desisan pasir, dan bunyi alat musik tiup yang merdu dan indah. Selain itu terdengar iringan gamelan jawa yang pelan menciptakan suasana hening tersendiri. Terlihat juga didalam ketakutan akan adanya pembunuhan, penangkapan, dan huru hara yang terjadi suasana tetap mencekam dan penuh keheningan. Setting waktunya kurang lebih pada saat terjadinya gejolak politik dimana terjadi penangkapan tanpa sebab, pembunuhan dan huru hara dimana-mana bahkan di daerah pesisir pantai.
Film ini juga sarat akan makna dan pelajaran hidup yang berarti. Antara lain adalah pentingnya keluarga, tanggung jawab akan keluarga, kasih sayang terhadap anak, kerja keras. Pertama kita diajarkan didalam hidup ini harus gigih, ulet, bekerja keras untuk bertahan dan mensyukuri apa yang telah terjadi di dalam hidup kita. Didalam film ini disiratkan bahwa sebagai orang tua kita hendaknya mengasihi, melindungi, dan bertanggung jawab terhadap anak. Namun kita juga dianjurkan untuk tidak terlalu protektif dan mengungkung kebebasan anak. Didalam konfliknya tersirat bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga, tidak sebanding apabila kehormatannya ditukarkan hanya demi harta semata-mata. Selain itu pelajaran yang kita ambil kita harus berpikir panjang sebelum bertindak seperti bahwa sebaiknya kita jangan berhutang pada lintah darat.
Film ini patut untuk ditonton karena didalamnya terkandung realita hidup masyarakat dengan budaya Jawa yang hidup dalam kesederhanaan. Selain itu meski menonton film ini harus banyak berpikir, film ini tetap istimewa karena mengandung amanat dan makna yang dalam dan berarti.